Lorenzo Jadi Tercepat Di Tes Pramusim MotoGP Malaysia

Perhelatan tes pramusim MotoGP di Malaysia sudah sampai pada hari terakhir. Ternyata nama tercepat yang muncul adalah Jorge Lorenzo, diikuti oleh Dani Pedrosa dan Cal Crutchlow. Lokasi duel berada di Sirkuit Sepang, Selasa (30/1/2018), Lorenzo sukses menuai pujian berkat pencatatan waktunya 1 menit 58,830 detik pada putaran ke-21, dari total 48 putaran yang dilakukannya. Bahkan angkat tersebut merupakan rekor waktu paling cepat tidak resmi di lintasan itu.

 

Lorenzo Torehkan Rekor Tercepat

Pria kelahiran 4 Mei 1987 telah menorehkan rekor ceme online tercepat, setelah sebelumnya ada Marc Marquez di tes pramusim tahun 2015 lalu, dengan keunggulan 0,037 detik. Sedangkan Pedrosa berada di belakangnya yang berbeda 0,179 detik lebih cepat dan selanjutnya diisi Crutchlow 0,043 detik.

 

Kabar Andra Dovizioso, yang merupakan teman setim Lorenzo menduduki peringkat empat. Meskipun sebelumnya sempat terganggu karena terjatuh di tikungan 1 pada periode awal, namun Dovizioso dapat finis di posisi ke-4. Tim Ducati mendominasi peringkat lima besar, karena ada Rider Pramac Jack Miller sebagai Ducati ketiga. Urutan ke-6 ada Alex Rins yang hanya berjarak 0,002 detik saja.

 

Marquez hanya mampu bertengger di posisi ke-7, di depan Valentino Rossi. Sebelumnya, Rossi mengungkapkan kalau kondisi fisiknya belum pulih 100% pasca kecelakaan yang dialaminya bulan Agustus tahun lalu, yang membuat pebalap Italia itu harus mengalami patah tulang di bagian tibia dan fibula kaki kanannya. Sedangkan, Maverick Vinales yang merupakan rekan setim Rossi tidak bernasib mujur, karena melewati batas 2 menit, membuatnya ada diurutan ke-18.

 

Seperti yang diwartakan Autosport, tes pramusim selanjutnya akan diselenggarakan pada 16 sampai 18 Februari di Sirkuit Buriram, Thailand.

 

Hasil Lengkap Tes MotoGP Sepang 2018 Hari Ketiga:

  1. Jorge Lorenzo ESP Ducati Team (GP 18) 1 m 58,830 detik
  2. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) 1 m 59,009 detik +0,179 detik
  3. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1 m 59,052 detik +0,222 detik
  4. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP 18) 1 m 59,169 detik +0,339 detik
  5. Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP17) 1 m 59,346 detik +0,516 detik
  6. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 1 m 59,348 detik +0,518 detik
  7. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 1 m 59,382 detik +0,552 detik
  8. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha (YZR-M1) 1 m 59,449 detik + 0,619 detik
  9. Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 1 m 59,511 detik +0,681 detik
  10. Danilo Petrucci ITA Pramac Ducati (GP18) 1 m 59,528 detik +0,698 detik
  11. Tito Rabat ESP Reale Avintia (GP17) 1 m 59,547 detik +0,717 detik
  12. Andrea Lannone ITA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1 m 59,615 detik +0,785 detik
  13. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 m 59,962 detik +1,132 detik
  14. Takaaki Nakagami GBR LCR Honda (RC213V) 2 m 0,071 detik +1,241 detik
  15. Alvaro Bautista ESP Angel Nieto Team (GP17) 2 m 0,205 detik +1,375 detik
  16. Mika Kallio FIN Red Bull KTM Factory (RC16) 2 m 0,464 detik +1,634 detik
  17. Franco Morbidelli ITA EG 0,0 Marc VDS (RC213V)* 2 m 0,526 detik +1,696 detik
  18. Maverick Vinales ESP Movistar Yamaha (YZR-M1) 2 m 0,547 detik +1,717 detik
  19. Karel Abraham CZE Angel Nieto Team (GP16) 2 m 0,574 detik +1,744 detik
  20. Xavier Simeon ESP Reale Avintia (GP16)* 2 m 0,784 detik +1,954 detik

Spektakuler di 2017, Andrea Dovizioso Kandidat Juara MotoGP 2018

MotoGP 2017 memang jadi milik pebalap kebanggaan Repsol Honda, Marc Márquez dengan total 298 poin. Namun penampilan luar biasa Andrea Dovizioso yang ada di posisi kedua dengan poin 261 benar-benar tak bisa diremehkan. Bahkan hal itu membuat tim Ducati begitu diperhintungkan oleh lawan-lawan mereka. Tak ada yang menduga sebelumnya jika Dovizioso mampu menempel ketat Márquez dalam perburuan gelar juara.

 

Karena saat musim 2017 akan dimulai, hanya dua pebalap Yamaha yakni Maverick Viñales dan Valentino Rossi yang disebut-sebut bisa memberikan perlawanan padaMárquez. Namun buktinya, pebalap Italia berusia 31 tahun itu berhasil membuat kejutan hingga mengalahkan kedua pebalap Yamaha di klasemen akhir hingga rekan satu timnya di Ducati, Jorge Lorenzo.

 

Bukan tanpa alasan kenapa Dovizioso sempat dipandang sebelah mata di awal musim. Tak lain karena penampilannya tak begitu meyakinkan di sesi tes awal tahun. Namun MotoGP 2018 akan jadi berbeda bagi Dovizioso lantaran dirinya digadang-gadang sebagai calon juara dunia. Kepada Crash.net, Doviziosojustru tidak canggung dan malah merasa percaya diri jelang musim baru. Mengenai peluangnya jadi juara turnamen poker di 2018, Dovizioso memilih untuk memulai balapan seperti apa yang dia lakukan di akhir 2017 dan selalu berpikir positif untuk bisa melakukan yang terbaik.

 

Dovizioso Yakin Tak Diremehkan di 2018

 

Lantaran dipandang sebagai penantang serius, Doviziosopun sudah tak sabar untuk melaju lagi di lintasan. “Saya rasa tak akan ada banyak perubahan situasi karena kami tak melakukan banyak perubahan pada motor. Hanya ada sedikit pembaruan dan saya rasa kami bisa memulai 2018 seperti halnya kami mengakhiri 2017. Saya pikir para pesaing kini melihat kami dengan cara yang sedikit berbeda dibandingkan saat mereka melihat kami di awal musim 2017.”

 

Dengan penampilannya yang spektakuler sepanjang MotoGP 2017, Dovizioso justru sama sekali tidak tertekan. Baginya saat seorang pebalap memiliki modal yang bagus, bersedia bekerja keras dan menyadari motornya begitu kompetitif, maka akan bisa menghasilkan perbedaan besar. Kini Ducati dan Doviziososepakat untuk melakukan sejumlah pembenahan demi memperbaiki kelemahan mereka.

 

Sambut MotoGP 2018, Dovizioso Lebih Pede

 

Bukan tanpa alasan jika Dovizioso lebih percaya diri menyambut 2018. Karena apa yang dia lakukan sepanjang 2017, memang dianggap jauh lebih baik daripada raihannya di musim 2016. Sekedar mengingatkan, Dovizioso pada musim 2016 memang hanya mampu berakhir di posisi kelima klasemen sementara, di belakang Márquez, Rossi, Lorenzo dan Viñales.

 

Kendati banyak yang menyayangkan kegagalan Dovizioso merebut gelar juara dunia MotoGP 2017, prestasi Dovizioso cukup mengkilap. “Saya memenangi enam seri. Saya mengumpulkan poin lebih banyak ketimbang dua pebalap Ducati lainnya. Saya senang dengan apa yang saya raih. Tapi tentunya kita semua harus terus bertambah baik. Saya tampil baik di 2017 dan saya siap tampil lebih baik lagi ke depannya. Saya akan berusaha di 2018. Saya pikir saya akan lebih berani dan percaya diri di musim depan,” ungkapnya kepada tuttomotoriweb.

 

Sepanjang kariernya berada di kompetisi balap motor tertinggi di dunia itu, Dovizioso memang baru delapan kali jadi juara seri. Sekali masing-masing dia dapatkan pada tahun 2009 dan 2016. Barulah pada 2017, Dovizioso bersinar luar biasa. Ducati pun patut gembira karena Doviziosoadalah pebalap mereka pertama yang berhasil duduk di peringkat dua klasemen akhir pebalap usai era Casey Stoner tahun 2007-2008.