Ternyata Inilah Musuh Wonder Woman Di Film Sekuelnya

Film sekuel Wonder Woman memang masih akan ditayangkan di 2016 tetapi sejumlah informasi baru  tentang film tersebut sudah banyak beredar. Dari beberapa kabar tersebut yang paling menarik untuk dicermati adalah lawan Putri Diana pada Wonder Woman 2. Film yang tayang di 2017 tersebut memang merupakan yang terbaik di antara fim-film superhero DC lainnya. Menjadi primadona dewa poker di antara yang lainnya membuat sekuel film ini segera diproduksi.

 

Musuh Putri Diana di Wonder Woman 2

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh Cinema Blend, The Hastag Show mengatakan bahwa musuh yang harus ditundukkan oleh Wonder Woman pada sekuel film-nya adalah Barbara Ann Minerva atau Cheetah.

 

Inilah musuh Wonder Woman yang paling populer,yang memperoleh kekuatan supernya karena kutukan dari Dewa Urzkartaga. Ia pun berubah menjadi wanita dengan panca indera super, kecepatan yang luar biasa, serta kekuatan yang jauh melampaui manusia biasa.

 

Hingga saat ini belum diketahui siapa yang akan memerankan sosok Cheetah walaupun beberapa saat yang lalu santer dikabarkan bahwa Emma Stone-lah yang akan menjadi Cheetah. Faktanya ia memang sempat dihubungi oleh pihak DC untuk memerankan musuh Wonder Woman, tetapi sayangnya aktris cantik ini menolaknya.

 

Pada film sekuel ini dipastikan bahwa Wonder Woman akan beraksi solo tanpa rekan-rekan superhero lainnya di Justice League. Penyebabnya, latar film ini adalah pada tahun 80-an, saat ia belum mengenal Batman, Flash, Aquaman, Cyborg, dan Flash.

 

Dalam film ini dikabarkan bahwa Chris Pine, Ewen Bremner, Said Taghmaoui, deretan actor yang muncul pada film pertama juga akan kembali pada sekuelnya. Padahal, seperti yang sudah kita ketahui, karakter yang dimainkan Chris Pine yaitu Steve Trevor sudah tewas pada film perdana Wonder Woman.

 

Sementara Sammer dan Charlie yang diperankan dua actor tersebut juga seharusnya telah meninggal pada saat itu. Sejumlah fans serta media pun membuat spekulasi bahwa ketiga orang itu akan muncul dalam scene yang merupakan halusinasi, kenangan, atau mimpi.

 

Sekuel film Wonder Woman sangat berlainan dengan film pertamanya

Wonder Woman atau Princess Diana of Themyscira, Daughter of Hippolyta dijamin akan tampil berbeda bila dibandingkan dengan film perdananya.

 

Sang sutradara, Patty Jenkins memang berniat akan melakukan hal  yang sama sebagaimana pada film Wonder Woman 1. Meskipun demikian para fans tak perlu cemas karena ia berjanji tak akan menghilangkan kekhasan karakter Diana.

 

Lebih jauh Jenkins mengatakan bahwa ia berniat membuat film yang benar-benar berbeda dan menganggap bahwa film Wonder Woman 2 bukanlah sebuah sekuel melainkan film yang benar-benar berdiri sendiri. Baginya film kedua tersebut juga merupakan petualangan baru Wonder Woman.

 

Tak hanya itu Jenkins pun mengatakan bahwa ia telah menyiapkan kejutan pada fans Wonder Woman yaitu kemunculkan aktris kawakan Lynda Carter sebagai cameo. Seperti yang kita ketahui, ia adalah pemeran Wonder Woman pada versi serial televisi di tahun 70-an. Ia pula yang membawa sosok wanita superhero tersebut ke layar kaca.

 

Sebenarnya sejak awal Carter telah diincar sebagai cameo pada film pertama Wonder Woman, tetapi ini terpaksa tak dapat diwujudkan karena jadwal yang tidak sinkron. Sang sutradara mengungkapkan perasaannya bahwa Lynda Carter adalah seorang sahabat serta mentor yang hebat, dan ia juga selamanya akan menjadi bagian dari keluarga besar Wonder Woman.

 

Yang pasti film Wonder Woman 2 ini sangat layak ditunggu perilisannya di tahun depan.


Mengangkat Tokoh Sirkus Paling Controversial Dengan Drama Musical

Masyarakat mungkin asing dengan nama PT Barnum,  padahal ia adalah orang yang mempopulerkan sirkus pada era seni pertunjukan itu belum banyak dikenal. Sosok ini kemudian diangkat ke layar lebar pada film musical The Greatest Showman besutan sutradara Michael Gracey. Sebagai sosok controversial tersebut didapuk Hugh Jackman yang sebelumnya cukup sukses menjadi mutan pemberontak, Wolverine di seri film X-Men.

 

Synopsis film The Greatest Showman

Film ini bermula dari kehidupan PT Barnum muda yang hidup di abad ke-19. Ia hanyalah anak seorang penjahit Judi bola miskin dan seringkali menjadi korban bully oleh orang-orang kaya di lingkungannya. Tetapi ia justru jatuh cinta dengan putri orang berada, Charity yang diperankan oleh Michelle Williams.

 

Nasib baik akhirnya menyapanya, setelah bekerja bertahun-tahun Barnum akhirnya  dapat menikahi Charity dan membawanya hidup di kota. Hidupnya makmur dan bahagia bersama kedua anak mereka, hingga akhirnya kantor tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan.

 

Kondisi ini tak membuatnya putus asa, ia malah meminjam uang dari bank dan memulai bisnis pertunjukan. Ia merekrut sekelompok orang yang mempunyai kelainan fisik seperti wanita berjenggot dan pria kerdil. Selain itu ia juga mengumpulkan mereka yang mempunyai bakat unik seperti kakak beradik Wheeler yang berkulit hitam tapi jago bermain trapeze.

 

Bisnisnya pun mulai berkembang hingga akhirnya mempunyai partner, Philip Carlyle yang diperankan oleh Zac Efron. Sirkusnya juga kedatangan bintang baru yang tak hanya cantik tetapi juga bersuara emas, The Swedish Nightingle, Jenny Lind (Rebecca Ferguson).

 

Sayangnya tak semua orang puas dengan bisnisnya, terutama para kritikus seni dan beberapa kelompok masyarakat yang menilai pertunjukannya adalah kelompok orang aneh. Tekanan yang menimpanya juga menjauhkan Barnum dari keluarganya.

 

Review The Greatest Showman

Dalam film semi biografi ini ada dua hal penting yang dapat dicermati, pertama adalah bagaimana sosok controversial ini ditampilkan. Faktanya, Barnum adalah orang yang sanggup menciptakan kebohongan publik luar biasa demi kesuksesan bisnisnya, tetapi kenyataan tersebut tak terlalu banyak ditonjolkan dalam film ini. Misalnya, ia menyebarkan rumor bahwa seorang wanita tua yang direkrutnya dalam sirkus adalah asisten George Washington. Ia juga mengatakan bahwa wanita itu berusia 160 tahun walaupun sesungguhnya baru 80 tahun.

 

National Geographic bahkan menjuluki Barnum sebagai pembohong paling besar sepanjang sejarah dan seorang kapitalis oportunis yang tak malu mengeksploitasi para pegawainya demi uang. Tetapi rupanya film ini lebih suka menampilkan citra PT Barnum dengan positif. Di sini penonton melihat Barnum sebagai orang yang menghargai sesama, hangat, loyal, serta ayah dan suami yang baik. Tak hanya Barnum yang karakternya direkayasa demi alur film, tetapi juga penyanyi Jenny Lind. Tentu saja adalah tugas Anda untuk mengambil hanya yang positif saja dari film ini.

 

Sebagai film musical ada banyak nama besar yang terlibat dalam The Greatest Showman, salah satunya adalah penulis lirik lagu-lagu dalam film La La Land, Justin Paul dan Benj Pasek. Bagi para fans Wolverine, jangan heran bila Hugh Jackman tampil menyanyi dan menari dengan fasih dalam film ini karena ia memang actor yang berpengalaman di teater Broadway.

 

Tak main-main, pemeran mutan bercakar ini juga pernah meraih penghargaan Tony Awards yang bergengsi untuk perannya dalam live show The Boy from Oz. Yang juga sangat menarik adalah duet antara Zac Efron dan Zendaya yang mampu menampilkan kesan kuat sepasang insan yang mabuk asmara kepada penonton. Nah, jangan ditunda lagi untuk menyaksikannya di layar lebar!