Sandy Walsh Ungkap Alasan Tinggalkan Futsal

Di tengah-tengah kesibukan dirinya berlatih sepak bola dengan Zulte Waregem, Sandy Walsh tetap juga menekuni olahraga yang lainnya sebagai tambahan. Di antara banyaknya pilihan yang ada, pemain sepak bola berdarah Indonesia tersebut memilih Yoga.

Mengenal Sosok Sandy Walsh

Sandy Walsh adalah pesepakbola yang memiliki passport Belanda namun keturunan Indonesia. ia memiliki catatan yang lumayan apik dalam karir sepak bolanya. Sandy Walsh sendiri cukup menjadi andalan bagi klub-klub yang diperkuat dirinya.

Meskipun memperkuat timnas Belanda pada level Junior, akan tetapi Sandy Walsh sendiri menghabiskan karir profesionalnya pada Liga Belgia. Ia sempat menjadi bagian dari Anderlecht Junior, dan kemudian Sandy Walsh direkrut oleh Genk pada tahun 2011. Sandy Walsh sendiri memulai debut profesionalnya pada 2 November 2012 bersama dengan Genk. Saat itu, pemain yang memiliki posisi sebagai bek kanan tersebut tampil dengan sangat apik ketika Genk berhadapan dengan Anderlecht.

Lima musim dirinya memperkuat Genk pada kasta pertama di Liga Belgia, Jupiler Pro League, Sandy Walsh selalu menghiasi skuat utama dari klub yang mengoleksi 3 gelar pada liga tersebut. musim terbaik dari Walsh bersama dengan Genk ini terjadi pada tahun 2015/2016. Saat itu bek yang berumur 22 tahun ini tampil di 28 pertandingan dan juga mencetak 1 buah gol. Pada Jupiler League, Walsh pasalnya bermain sebanyak 23 kali dengan 21 di antara pertandingan tersebut menjadi starter.

Pada bulan Juli 2017, Walsh akhirnya pindah ke Zulte Waregem dengan status bebas transfer. Pada musim ini, Walsh dinyatakan sudah tampil pada 4 pertandingan agen togel terpercaya pada semua kompetisi dan juga mencetak 1 buah gol. Walsh sendiri mencetak gol saat Zulte Waregem bisa menang atas Royal Excel Mouscron dengan skor 2-1 di Regenboogstadion pada tanggal 17 September 2017 lalu.

Senang Yoga

Seperti yang dikatakan sebelumnya, di tengah-tengah kesibukannya, ia menyempatkan berlatih olahraga lain yakni yoga. Ia mengatakan, sebelum dirinya beralih ke Yoga, tadinya ia sangat rajin bermain futsal dengan teman-temannya selama dirinya tampil di level junior. Ia mengaku juga bahkan setidaknya bisa seminggu satu kali berlatih futsal di tengah-tengah sibuknya ia berlatih juga bersama timnya.

Akan tetapi kini jadwalnya menjadi lebih padat dan itu membuat dirinya makin sulit meluangkan waktu untuk bisa bermain futsal. Belum lagi adanya tuntutan yang makin besar saja yang harus dipenuhinya bersama dengan tim pada kompetisi Liga Belgia ataupun Liga Eropa.

“Namun sekarang saya sudah tak lagi main futsal. Saya sekarang memilih yoga,” ungkap Sandy dikutip dari CNN Indonesia.

Terkait juga dengan keinginan Walsh untuk bisa berseragam Timnas Indonesia sampai sekarang ini masih dalam proses. Apabila sesuai dengan jadwal, ibu dari Walsh yakni Brigitta Portier bakal segera datang ke Indonesia untuk menyerahkan beberapa data yang dibutuhkan di dalam proses naturalisasi Walsh.

Akan tetapi jika Portier tak memungkinkan untuk langsung datang ke Indonesia, maka kelengkapan adminstrasi dari Walsh bakal dikirimkan melalui surat elektronik saja. Dan nantinya setelah data-data tersebut diproses, dan lanjut ke verifikasi kelengkapan data oleh PSSI dan juga dinyatakan lengkap oleh mereka, bek yang berusia 22 tahun tersebut baru bakal datang ke Indonesia.

“Semakin cepat prosesnya, makin cepat juga saya datang ke Indonesia,” tukasnya saat dimintai pendapat tentang itu. nampaknya ia juga tak sabar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *