Mengangkat Tokoh Sirkus Paling Controversial Dengan Drama Musical

Masyarakat mungkin asing dengan nama PT Barnum,  padahal ia adalah orang yang mempopulerkan sirkus pada era seni pertunjukan itu belum banyak dikenal. Sosok ini kemudian diangkat ke layar lebar pada film musical The Greatest Showman besutan sutradara Michael Gracey. Sebagai sosok controversial tersebut didapuk Hugh Jackman yang sebelumnya cukup sukses menjadi mutan pemberontak, Wolverine di seri film X-Men.

 

Synopsis film The Greatest Showman

Film ini bermula dari kehidupan PT Barnum muda yang hidup di abad ke-19. Ia hanyalah anak seorang penjahit Judi bola miskin dan seringkali menjadi korban bully oleh orang-orang kaya di lingkungannya. Tetapi ia justru jatuh cinta dengan putri orang berada, Charity yang diperankan oleh Michelle Williams.

 

Nasib baik akhirnya menyapanya, setelah bekerja bertahun-tahun Barnum akhirnya  dapat menikahi Charity dan membawanya hidup di kota. Hidupnya makmur dan bahagia bersama kedua anak mereka, hingga akhirnya kantor tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan.

 

Kondisi ini tak membuatnya putus asa, ia malah meminjam uang dari bank dan memulai bisnis pertunjukan. Ia merekrut sekelompok orang yang mempunyai kelainan fisik seperti wanita berjenggot dan pria kerdil. Selain itu ia juga mengumpulkan mereka yang mempunyai bakat unik seperti kakak beradik Wheeler yang berkulit hitam tapi jago bermain trapeze.

 

Bisnisnya pun mulai berkembang hingga akhirnya mempunyai partner, Philip Carlyle yang diperankan oleh Zac Efron. Sirkusnya juga kedatangan bintang baru yang tak hanya cantik tetapi juga bersuara emas, The Swedish Nightingle, Jenny Lind (Rebecca Ferguson).

 

Sayangnya tak semua orang puas dengan bisnisnya, terutama para kritikus seni dan beberapa kelompok masyarakat yang menilai pertunjukannya adalah kelompok orang aneh. Tekanan yang menimpanya juga menjauhkan Barnum dari keluarganya.

 

Review The Greatest Showman

Dalam film semi biografi ini ada dua hal penting yang dapat dicermati, pertama adalah bagaimana sosok controversial ini ditampilkan. Faktanya, Barnum adalah orang yang sanggup menciptakan kebohongan publik luar biasa demi kesuksesan bisnisnya, tetapi kenyataan tersebut tak terlalu banyak ditonjolkan dalam film ini. Misalnya, ia menyebarkan rumor bahwa seorang wanita tua yang direkrutnya dalam sirkus adalah asisten George Washington. Ia juga mengatakan bahwa wanita itu berusia 160 tahun walaupun sesungguhnya baru 80 tahun.

 

National Geographic bahkan menjuluki Barnum sebagai pembohong paling besar sepanjang sejarah dan seorang kapitalis oportunis yang tak malu mengeksploitasi para pegawainya demi uang. Tetapi rupanya film ini lebih suka menampilkan citra PT Barnum dengan positif. Di sini penonton melihat Barnum sebagai orang yang menghargai sesama, hangat, loyal, serta ayah dan suami yang baik. Tak hanya Barnum yang karakternya direkayasa demi alur film, tetapi juga penyanyi Jenny Lind. Tentu saja adalah tugas Anda untuk mengambil hanya yang positif saja dari film ini.

 

Sebagai film musical ada banyak nama besar yang terlibat dalam The Greatest Showman, salah satunya adalah penulis lirik lagu-lagu dalam film La La Land, Justin Paul dan Benj Pasek. Bagi para fans Wolverine, jangan heran bila Hugh Jackman tampil menyanyi dan menari dengan fasih dalam film ini karena ia memang actor yang berpengalaman di teater Broadway.

 

Tak main-main, pemeran mutan bercakar ini juga pernah meraih penghargaan Tony Awards yang bergengsi untuk perannya dalam live show The Boy from Oz. Yang juga sangat menarik adalah duet antara Zac Efron dan Zendaya yang mampu menampilkan kesan kuat sepasang insan yang mabuk asmara kepada penonton. Nah, jangan ditunda lagi untuk menyaksikannya di layar lebar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *